|
Wajah Baru, Semangat Baru Untuk Berkontribusi |
|
|
|
|
Written by Muhammad Uwais Sidhi Weiss
|
|
Tuesday, 26 January 2010 00:39 |
|
Pagi datang memberi amanah pada mentari untuk menyinari bumi Senja pun tiba dan rembulan mengambil perannya menemani sang bintang menghiasi langit malam Kesepian alam mengabarkan burung untuk berkicau bersama desiran angin Dan...Ketika pagi datang (lagi), bulan pun menyerahkannya pada matahari Saat senja tiba, mentari mengulur amal pada rembulan |
|
Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 00:41 |
|
Read more...
|
|
|
Lawatan Mahasiswa Universitas Putra Malaysia: Antara Politik dan Mahasiswa |
|
|
|
|
Written by Andri
|
|
Monday, 25 January 2010 23:17 |
|
Hari Selasa, 15 Desember 2009 terlihat keramaian yang agak berbeda di Gelanggang Mahasiswa UGM. Bersama dengan UPI (Unit Penalaran Interdisipliner), Gama Cendekia diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang kegiatan kemahasiswaan dengan mahasiswa dari Universitas Putra Malaysia. 10 mahasiswa Universitas Putra Malaysia akan mengadakan studi banding terkait dengan seni berkomunikasi. Selama 20 hari, mereka berada di UGM untuk melihat bagaimana mahasiswa UGM berkomunikasi dan berbicara didepan umum. Kunjungan mahasiswa Malaysia ini dalam rangka Mobility Program yang diberikan oleh kerajaan Malaysia kepada mahasiswa yang berprestasi. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelab Debat Bahasa Melayu ini telah memenangkan kontes debat yang membawa Mahasiswa Universitas Putra Malaysia sebagai debaters terbaik Se-Malaysia. |
|
Read more...
|
|
Talkshow, dan Pameran Produk Pangan Mahasiswa |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 11 February 2009 00:36 |
|
dalam Rangka Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Diversifikasi Pangan dari Mahasiswa untuk Indonesia Indonesia mempunyai jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Kondisi ini memunculkan konsekuensi tersendiri yaitu ketersediaan pangan. Namun, sejak dulu hingga saat ini, masalah pangan ini tak kunjung bisa terselesaikan.
Sebenarnya Indonesia sudah dua kali mencapai swa sembada beras, yaitu pada era orde baru dan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini. Ketika jaman Soeharto, berkat swa sembada beras tersebut, yaitu pada tahun 1984 Indonesia sempat mendapatkan penghargaan dari FAO. Bahkan saat itu, Indonesia disebut-sebut sebagai Macan Asia Baru. Namun rupanya keberhasilan ini tidak bertahan lama. Pemerintah selalu berorientasi pada beras, sehingga yang dicapai adalah swasembada beras, bukan swasembada pangan. Hal ini tidak terlepas dari pilihan kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatasi persoalan pangan yaitu konsep ketahanan pangan. Konsep inilah yang membuat ketergantungan pangan Indonesia pada asing. |
|
Last Updated on Friday, 24 April 2009 03:44 |
|
Read more...
|
|
|
Kurangi Emisi, Selamatkan Bumi |
|
|
|
|
Written by Jupri Supriadi
|
|
Monday, 07 December 2009 15:15 |
|
Saatnya konservasi lokal hutan Indonesia menjadi salah satu senjata untuk kurangi emisi dan menurunkan suhu bumi Pemanasan global semakin dirasakan pengaruhnya bagi kehidupan manusia dan alam sekitar. Salah satu fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah meningkatnya suhu permukaan bumi. Emisi gas karbon yang berlebihan disinyalir menjadi faktor yang meningkatkan efek pemanasan global. Oleh karena itu, Badan ilmiah dari konvensi kerja PBB untuk perubahan iklim, United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), berusaha untuk menurunkan emisi gas yang mengakibatkan pemanasan global tersebut. Salah satu langkah kerja dari UNFCCC menelurkan konsep Reduced Emission from Degradation and Deforestations (REDD) pada pertemuan di Bali tahun 2007. REDD menawarkan program dengan memberikan regulasi bagi negara-negara maju dengan tingkat produksi emisi gas yang tinggi untuk memberikan aliran dana bagi negara-negara tropis. Dana tersebut digunakan untuk menjaga kelestarian hutan di negara tropis agar dapat menyeimbangkan kondisi atmosfer di bumi. Menyadari pentingnya bahasan tentang program REDD, Departemen Pengkajian Gama Cendekia menggelar diskusi untuk menggugah kepedulian mahasiswa pada isu tersebut. Bertempat di Balairung Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada pada tanggal 12 November 2009 lalu, Imam Prasetyo (mahasiswa lulusan Fakultas Kehutanan 2009) dan salah satu aktivis WALHI menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. |
|
Last Updated on Monday, 07 December 2009 15:23 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 25 March 2009 02:26 |
Pangan dan Mahasiswa: Konstribusi Mahasiswa Terhadap Kedaulatan Pangan Indonesia Indonesia sebagai negara agraris seharusnya mampu memberikan kesejahteraan bagi para penduduknya, terutama para petani sebagai pelaku utama pada sektor agraris. Kesejahteraan para petani mampu menjadi tolak ukur perihal kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan beras dan keterjangkauan harga, mungkin mampu menjadi satu aspek kesejaheraan rakyat, namun belum cukup dalam menunjukkan indikator kedaulatan akan pangan. Kesejahteraan kehidupan petani harus menjadi aspek penting dalam memahami hal ini. Melihat masalah ini lebih lanjut, Gama Cendekia UGM, sebuah unit penalaran dan penelitian interdisipliner, mengadakan Talkshow Nasional dengan tema “Pangan dan Mahasiswa: Kontribusi Mahasiswa untuk Kedaulatan Pangan Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 21 Maret 2009. Pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB.
|
|
Last Updated on Wednesday, 25 March 2009 02:38 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |